Lesi Saraf Medianus
Neuropati adalah suatu penyakit
dengan gejala klinik yang timbul karena kelainan saraf perifer, umumnya berupa
degenerasi non inflamasi yang luas dengan gejala yang meliputi kelemahan
motorik, gangguan sensorik, gangguan autonom dan melemahnya refleks tendon.
Saraf perifer yang terkena meliputi semua akar saraf spinalis, sel ganglion
radiks dorsalis, semua saraf perifer dengan semua cabang terminalnya, susunan
saraf autonom, dan saraf otak kecuali saraf optikus dan olfaktorius
Manifestasi neuropati perifer
dapat merupakan campuran sensorik- motorik dan
ketidak seimbangan saraf autonom,
nyeri, parestesi, weakness, atrofi otot, refleks
tendon menghilang, anhidrosis,
hipotensi ortostatik, impotensi, diare, konstipasi.
A. Anatomi Nerve Medianus
N.medianus (C5-Th1). Berasal dari
fasikulus medialis dan lateralis pleksus brachialis. Mulai bercabang setinggi
siku untuk mempersarafi otot-otot flexor lengan bawah: M.pronator teres,
M.flexor carpi radialis, M.palmaris longus dan M.flexor digitorum
superficialis. Sesudah menembus M.pronator teres beberapa cabangnya juga
mempersarafi M.flexor pollicis longus, M.flexor digitorum profundus (pars radialis)
dan M.pronator quadratus. Selanjutnya saraf ini berjalan dibawah ligamenntum
carpalis transversum dalam terusan carpal bersama tendo-tendo flexor-flexor
panjang untuk jari-jari ke daun tangan untuk mempersarafi M.opponeus pollicis
dan pars superficialis M.flexor pollicis brevis.
B. Dermatom Nerve Medianus
Cabang-cabang terminal yang
sensorik menginnervasi kulit disebelah radial telapak tangan sebelah voler ibu
jari, jari telunjuk, jari tengah, sebelah radial telunjuk, sebelah dorsal ujung
jari telunjuk dan jari tengah. Kerusakan proximal pada N.medianus berakibat
tidak dapat mengepal membuat tinju, fleksi jari-jari hanya yang di persarafi
oleh N.ulnaris dengan posisi tangan pengchotbah (preacher’s hand position).
Gangguan akibat tekanan pada N.medianus. Tekanan akibat kepala teman kencan
yang tertidur pada lengannya menyebabkan paralyse lengan (lover’s paralysis)
atau tekanan pembalut (Esmarch bandage). Kedua jenis kelumpuhan mempunyai
prognosa yang baik, dapat pulih dalam waktu singkat.
C. Penyebab
Neuropati medianus dapat
disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor mana mungkin terjadi sendiri-sendiri
atau secara bersamaan (multiple factors). Misalnya, suatu diabetes melitus yang
pada mulanya subklinis akan menjadi simptomatis sesudah adanya suatu trauma
atau kompresi yang mengenai saraf.
1. tulang
Pada fraktur dan dislokasi,
neuropati terjadi karena penekanan safar oleh fragmen tulang, hematom, kallus
yang berbentuk sesudah fraktur, atau karena peregangan sarar akibat suatu
dislokasi.
2. otot dan ligamen
3. gangguan vaskularisasi
4. tumor
5. jaringan fibrous
6. infeksi
D. Gangguan Nerve Medianus
1.gangguan sensoris
a. kesemutan
Kesemutan sebagai bagian dari
gejala penyakit sebenarnya adalah tahap paling awal dari proses kehilangan
rasa. Kalau tahap paraesthesia (kesemutan) sudah terlampaui, gejala meningkat
pada hypaesthesia (baal) sampai akhirnya mengalami anaesthesia (hilang rasa
sama sekali)
b. nyeri
2. gangguan motorik
● nerve desensiation
a. kelemahan otot.
b. atropi otot
● nerve denervated
a. kelumpuhan
3. gangguan otonom
E. Terapi
1. Pasien neuropati medianus
dapat mengalami perbaikanspontan.
Dikarenakan hanya berupa neuropraksia.
2. Fisioterapi
a. Tujuan program Fisioterapi
1. mengurangi nyeri
2. mencegah kontraktur
3. meningkatkan kekuatan otot.
4. mencegah secondary problem
b. Penatalaksanaan fisioterapi
1. massage, hidroterapi,
stimulasi elektris, US, SWD, MWD
2. terapi latihan
3. edukasi
4. medikamentosa dan bedah
Sumber: rioardhianto.blogspot.co.id






alhamdulillah, terima kasih atas infonya
BalasHapus