Jumat, 10 Juni 2016

Lesi Saraf Medianus



Lesi Saraf Medianus
Neuropati adalah suatu penyakit dengan gejala klinik yang timbul karena kelainan saraf perifer, umumnya berupa degenerasi non inflamasi yang luas dengan gejala yang meliputi kelemahan motorik, gangguan sensorik, gangguan autonom dan melemahnya refleks tendon. Saraf perifer yang terkena meliputi semua akar saraf spinalis, sel ganglion radiks dorsalis, semua saraf perifer dengan semua cabang terminalnya, susunan saraf autonom, dan saraf otak kecuali saraf optikus dan olfaktorius
Manifestasi neuropati perifer dapat merupakan campuran sensorik- motorik dan
ketidak seimbangan saraf autonom, nyeri, parestesi, weakness, atrofi otot, refleks
tendon menghilang, anhidrosis, hipotensi ortostatik, impotensi, diare, konstipasi.

A. Anatomi Nerve Medianus
N.medianus (C5-Th1). Berasal dari fasikulus medialis dan lateralis pleksus brachialis. Mulai bercabang setinggi siku untuk mempersarafi otot-otot flexor lengan bawah: M.pronator teres, M.flexor carpi radialis, M.palmaris longus dan M.flexor digitorum superficialis. Sesudah menembus M.pronator teres beberapa cabangnya juga mempersarafi M.flexor pollicis longus, M.flexor digitorum profundus (pars radialis) dan M.pronator quadratus. Selanjutnya saraf ini berjalan dibawah ligamenntum carpalis transversum dalam terusan carpal bersama tendo-tendo flexor-flexor panjang untuk jari-jari ke daun tangan untuk mempersarafi M.opponeus pollicis dan pars superficialis M.flexor pollicis brevis.

B. Dermatom Nerve Medianus
Cabang-cabang terminal yang sensorik menginnervasi kulit disebelah radial telapak tangan sebelah voler ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, sebelah radial telunjuk, sebelah dorsal ujung jari telunjuk dan jari tengah. Kerusakan proximal pada N.medianus berakibat tidak dapat mengepal membuat tinju, fleksi jari-jari hanya yang di persarafi oleh N.ulnaris dengan posisi tangan pengchotbah (preacher’s hand position). Gangguan akibat tekanan pada N.medianus. Tekanan akibat kepala teman kencan yang tertidur pada lengannya menyebabkan paralyse lengan (lover’s paralysis) atau tekanan pembalut (Esmarch bandage). Kedua jenis kelumpuhan mempunyai prognosa yang baik, dapat pulih dalam waktu singkat.

C. Penyebab
Neuropati medianus dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor mana mungkin terjadi sendiri-sendiri atau secara bersamaan (multiple factors). Misalnya, suatu diabetes melitus yang pada mulanya subklinis akan menjadi simptomatis sesudah adanya suatu trauma atau kompresi yang mengenai saraf.
1. tulang
Pada fraktur dan dislokasi, neuropati terjadi karena penekanan safar oleh fragmen tulang, hematom, kallus yang berbentuk sesudah fraktur, atau karena peregangan sarar akibat suatu dislokasi.
2. otot dan ligamen
3. gangguan vaskularisasi
4. tumor
5. jaringan fibrous
6. infeksi

D. Gangguan Nerve Medianus
1.gangguan sensoris
a. kesemutan
Kesemutan sebagai bagian dari gejala penyakit sebenarnya adalah tahap paling awal dari proses kehilangan rasa. Kalau tahap paraesthesia (kesemutan) sudah terlampaui, gejala meningkat pada hypaesthesia (baal) sampai akhirnya mengalami anaesthesia (hilang rasa sama sekali)
b. nyeri
2. gangguan motorik
● nerve desensiation
a. kelemahan otot.
b. atropi otot
● nerve denervated
a. kelumpuhan
3. gangguan otonom

E. Terapi
1. Pasien neuropati medianus dapat mengalami perbaikanspontan.
Dikarenakan hanya berupa neuropraksia.
2. Fisioterapi
a. Tujuan program Fisioterapi
1. mengurangi nyeri
2. mencegah kontraktur
3. meningkatkan kekuatan otot.
4. mencegah secondary problem
b. Penatalaksanaan fisioterapi
1. massage, hidroterapi, stimulasi elektris, US, SWD, MWD
2. terapi latihan
3. edukasi
4. medikamentosa dan bedah




1 komentar: